Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan

Santai Habib Rizieq Sihab Skak Mat Kicauan Presiden Jokowi


Kicauan Presiden Joko Widodo dalam akun Twitternya @Jokowi yang meminta aparat kepolisian menindak organisasi massa yang melawan hukum, ditanggapi Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab.

Dalam blog pribadinya di www.habibrizieq.co, Rizieq Shihab menyindir Presiden Jokowi yang dinilai kurang tegas terhadap Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang terjerat dalam kasus penistaan agama.

Dalam blog pribadinya itu, Rizieq Shihab menulis, "Mr Jokowi tegas terhadap Ormas yang melawan hukum dan resahkan masyarakat, tapi impoten dan sontoloyo terhadap Ahok yang melanggar Hukum dengan menista Agama dan meresahkan secara nasional."

Belum lama ini Presiden Jokowi menginstruksikan aparat kepolisian menindak tegas ormas-ormas yang melakukan aksi anarkis dengan sweeping pusat perbelanjaan yang menggunakan atribut-atribut keagamaan non muslim jelang Natal dan Tahun Baru.

Hal ini menyusul aksi sweeping yang dilakukan FPI di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu terkait fatwa MUI Nomor 56 Tahun 2016 tentang hukum penggunaan atribut keagamaan non-muslim. Sebagai ormas, FPI sering melakukan sweeping.

Perintah itu disampaikan Presiden Jokowi dalam memberikan arahan kepada para perwira menengah dan perwira tinggi Polri di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/12/2016).

Sumber: NETRALmedsos

PARAH !!! Nama SBY Mulai Muncul di Sidang Kasus Korupsi e-KTP


Jakarta – Anas Urbaningrum yang merupakan mantan ketua Fraksi Partai Demokrat mengungkapkan jika tidak secara spesifik mengetahui proyek dari e-KTP. Terlebihm hingga mengeluarkan perintah khusus untuk mengawal proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

Anas Urbaningrum
“Yang saya tahu, ini porgram atau kebijakan pemerintah untuk perbaiki administrasi nasional. (Proyek) jangka panjang,” ungkap Anas saat bersaksi untuk terdakwa mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi jakarta, Kamis (6/4/2017).
Meski demikian, Anas melanjutkan, dari mulai Fraksi Demokrat di DPR RI, pengurus Partai Demokrat, hingga kader, mendapat arahan dari Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mendukung seluruh program pemerintah.
“Memang ada arahan dari ketua dewan pembina, kebetulan dijabat Presiden (SBY),” pungkasnya.
Namun tidak ada arahan khusus untuk mengawal proyek tertentu, kecuali untuk menggagalkan pansus Bank Century. Sebab, dia mengaku di proyek KTP-el tak dimintai atensi khusus dari pimpinan partai atau perwakilan di Komisi II DPR.
Anas pun membantah ikut terlibat dalam pembahasan karena hanya delapan bulan duduk di DPR. Setelah dilantik Oktober 2009, dia mengaku telah mundur pada Juni 2010 karena terpilih sebagai ketua umum Partai Demokrat. (Yayan – harianindo)


Jokowi Minta Menterinya Siap-siap Pindah Ibukota



Pemindahan ibukota negara Republik Indonesia dari Jakarta ke Palangka Raya, Kalteng, tampaknya bukan lagi hanyar sekadar wacana.
Pasalnya, saat ini pemerintah pusat telah mulai melakukan persiapan-persiapan terkait hal itu.
Bahkan menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Bambang Brodjonegoro, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan sejumlah Menterian dan lembaga terkait lainnya, untuk mematangkan rencana pemindahan ibukota.
“Pak Presiden sangat serius soal ini (pemindahan ibukota), dan sudah menugaskan beberapa kementerian dan lembaga terkait untuk mempersiap termasuk Bappenas, untuk melakukan persiapan terkait rencana itu. Dan kita juga sudah membuat time table (jadwal kerja) nya,” kata Bambang, menjawab pertanyaan Kalteng Pos di sela meninjau terminal penumpang baru Bandara Tjilik Riwut, Kamis (6/4). 
lanjutkan membaca ...

WADUH !!! Perempuan Ini sebut Jokowi Raja Kodok DI acount Facebook Net : Ketangkep mewek

Menjadi orang nomor satu di Indonesia memang bukanlah hal yang mudah. Itulah yang tampaknya sedang dirasakan oleh presiden Joko Widodo. Tak semua orang menyukai kinerja Jokowi. Banyak pro dan kontra yang menghiasi dua tahun kepemimpinan mantan Wali Kota Surakarta tersebut. 
Bahkan banyak cara yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk menjatuhkan Presiden Indonesia ke-7 ini. Meskipun sering diserang dan dihina oleh berbagai penjuru dan berbagai celah, sepertinya Jokowi tak terlalu ambil pusing dengan semua itu. Seperti mengerti jika tak semua orang akan pro dengan dirinya, Joko Widodo


bahkan hanya menanggapi hal-hal yang selalu menjelekkan dirinya dengan senyuman. Baru-baru ini publik dihebohkan dengan unggahan facebook seorang wanita bernama Indrisantika Kurniasari di akun Facebook miliknya. Wanita tersebut dengan terang-terangan menghina Jokowi yang sedang menggunakan pakaian adat raja Maluku.


Dalam unggahannya, Indrisantika bahkan menyebut Presiden Jokowi dengan sebutan yang sangat kasar 'Raja Kodok'. Ibu dua anak itu bahkan menyebut jika Jokowi ingin bersaing dengan Raja Arab Saudi, King Salman. Hal tersebut diketahui dari unggahan akun gosip @lambe_turah, Sabtu (25/2/2017). Tingkah ibu muda tersebut tak pelak mendapat nyinyiran dan sumpah serapah dari para netizen.
@zakiyaoutfitms, "Ciyeee, pengen dibully orang se Indonesia ciyee , bangga gitu yakk,"

@syahdina_f, "Ibu2 yg ga ada kejaan, bukannya ngurusin anak malah nyakitin orng lain. Di doain semoga anak ibu bisa jadi presiden, dan ga di lecehin kaya gitu. Bego,"

@dinikaniasiap, "in mental aja ya bu (emoji) pesen saya lain kali jangan sok"an mncoba komen presiden deh buuu, salah nyari lawan ibu nyaaaahhh (emoji),"

@nellynosepa, "Naudzubillah yah... aamiin smoga saat kta memutuskan brhijab istiqomah gk menghina org lain pa lg nympahin n ngancem2.. udah ibu2 pula kan malu yah klo yg waras mah hehehe @safira_wr,"


Setelah ditelusuri akun facebook atas nama Indrisantika Kurniasari, wanita yang dengan terang-terangan menghina orang nomor satu di Indonesia tersebut memang getol dalam mengkritik pemerintahan pimpinan Jokowi. Presiden Joko Widodo memakai pakaian adat tersebut karena mendapat gelar 'Upu Kaletia Kenalean Dantul Po Deyo Routnya Hnulho Maluku'.


Di mana artinya yakni bapak pemimpin besar yang peduli terhadap kesejahteraan hidup masyarakat adat Maluku dari Majelis Latupati Maluku. Penghargaan tersebut diberikan pada hari Jumat (24/2/2017) pagi oleh Ketua Majelis Latupati Maluku Bonifaxius Silooy, di Ambon, Maluku. Penganugerahan didahului dengan pasawari adat berupa pemasangan jubah kebesaran, kain ikat pinggang, mahkota kebesaran, dan pemberian tongkat komando adat.


Sumber;tribunnews.com

7 Mantan Tentara GAM Siap Tempur Bela Umat Islam Di Indonesia

Setelah deklarasi Aceh Merdeka oleh Teungku Hasan di Tiro di Gunung Halimon, Pidie pada 4 Desember 1976, kita cukup banyak mendengar cerita-cerita heroik pejuang Gerakan Aceh Merdeka. Kita mendengar cerita keberanian, kebal peluru dan ilmu bisa menghilang. Keahlian ini yang membuat mereka sangat ditakuti oleh TNI dan disegani oleh masyarakat. Untuk mereka para pejuang GAM ini, masyarakat menyebutnya sebagai awak ateuh atau orang dari gunung, yang menunjukkan para pejuang GAM ini bergerilya di hutan-hutan Aceh. Ini beberapa pejuang yang namanya sempat berkibar di Aceh dan sangat dicari oleh aparat keamanan.

Surya Darma alias Robert
Tahun 90-an, Surya Darma atau Robert sangat terkenal di Aceh. Dia pejuang GAM yang sangat ditakuti dan diburu oleh aparat keamanan saat itu. Foto-fotonya bersama para pejuang GAM lainnya begitu mudah kita temukan di pos kamling. Dia gencar beraksi pada 1989-1992 di kawasan Aceh Timur dan Aceh Utara.


Tapi, siapa sebenarnya Robert? Dia merupakan putra Minang asli, yang lahir di Lampaseh, Banda Aceh, dengan nama Surya Darma. Pada tahun 1985, prajurit satu dari Batalyon 113 Kota Bakti, Pidie ini pernah dikirim oleh kesatuannya ke Timor Timur (kini Timur Leste) untuk memerangi pasukan Fretelin.


Konon, sepulang dari Timor Timur, Robert membuat ulah memukul anggota Polisi Militer saat nonton di Bioskop Beringin. Atas ulahnya tersebut, Robert dihukum oleh komandannya dan sempat dititipkan di LP Sigli. Setahun kemudian, Robert kembali membuat heboh dengan membobol kas berisi uang kontan bernilai ratusan juta rupiah milik PT Arun. Karena terus bikin ulah, Robert akhirnya dikeluarkan dari dinas militer. 

Sejak lama Robert bersimpati pada perjuangan GAM. Ketika ditahan bersama tahanan GAM di sebuah sel di Batalyon 113 Kota Bakti, Robert melihat para pejuang GAM tetap Salat walau di penjara. “ABRI yang digaji pemerintah malah berjudi, minum minuman keras. Sejak itu saya tertarik dan terlibat dalam GAM. Banyak anggota ABRI juga bersimpati pada GAM,” kata Robert dalam sebuah wawancara dengan Majalah Forum Keadilan, 11 Januari 1999.


Suatu kali, setelah memukul seorang Camat di Batee, Pidie, Robert bersama Arjuna berhasil meloloskan diri dari kejaran aparat. Dia pun memilih lari ke Malaysia. Pada Tahun 1993, Robert dihukum mati secara in absentia oleh Pengadilan Negeri Lhokseumawe.


Arjuna

Selain Robert, pejuang GAM yang namanya berkibar antara tahun 1989-1992 adalah Arjuna. Beda dengan Robert, Arjuna adalah eks Libya (1988-1989), dan dikenal sangat berani serta ahli merancang serangan. Dia pun termasuk intelektual GAM, jebolan dari Fakultar Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala. Tak heran, setahun setelah bergabung dengan GAM, Arjuna dipercaya menjadi komandan pasukan GAM Wilayah Pidie.


Arjuna termasuk angkatan terakhir (1989/1990) yang dikirim berlatih militer ke Libya bersama Ahmad Kandang. Sementara angkatan pertama yang berlatih di Libya yaitu Muzakkir Manaf juga Ismail Syahputra, juru bicara ASNLF GAM yang diculik di Medan.


Di dalam pasukan GAM, Arjuna dikenal dengan nama Rambo, tokoh film Hollywood dalam perang Vietnam. Ini wajar karena lelaki brewok ini sangat lihat dalam taktik perang gerilya. Dia masuk list aktivis GAM yang paling diburu aparat keamanan. Merasa tak aman terus berada di Aceh setelah terlibat pemukulan seorang Camat di Batee, Pidie, Arjuna meloloskan diri ke Malaysia tahun 1992. Di sana ia bekerja serabutan. 
Terakhir pada 1997, dia pulang ke Aceh. Ia masuk lewat Pelabuhan Peureulak Aceh Timur yang relatif sepi dari ingar bingar pergolakan. Ia kembali ke Bireuen sebentar, dan selanjutnya hijrah ke Bekasi. Ia memilih menjadi pedagang kelontong dan sayuran di Pasar Bekasi. Garis perjuangannya pun melunak. Terakhir ketika pulang ke Bireuen sekitar tahun 2001, Arjuna dieksekusi. Konon dilakukan oleh gerakan yang dulu pernah dibelanya.


Ahmad Kandang

Nama aslinya Muhammad Rasyid. Tapi dia lebih dikenal dengan nama Ahmad Kandang. Pasalnya, ia lahir dan tinggal di Desa Meunasah Blang Kandang, Muara Dua, Aceh Utara. 
Akhir Desember 1998, Ahmad Kandang menjadi pentolan GAM paling dicari aparat keamanan. Ia dituding sebagai dalang pembunuhan sejumlah anggota ABRI. Hal itu pula yang mendorong ABRI (kini TNI) melancarkan Operasi Wibawa ’99 yang menjadikan Aceh sebagai medan perang. Sebagai operator lapangan, tak mudah bagi TNI menangkap Ahmad Kandang. Ia dilindungi oleh pasukan dan masyarakat Kandang.


Ahmad Kandang dikenal sebagai Robinhood-nya Aceh. Pelaku utama pembobolan Bank Central Asia (BCA) Lhokseumawe pada Februari 1997 ini sangat dicintai masyarakat. Ia sering membagi rezeki kepada penduduk di kampungnya. Ini pula yang membuatnya selalu dijaga oleh masyarakat.


Pada pertengahan November 1998, misalnya, saat sepasukan Brimob telah mengepung rumah Ahmad Kandang, mereka tak berani menembak panglima GAM Pasee tersebut karena di dalam rumah tempat persembunyiaan Ahmad ada ibu dan bayi. Warga bahkan membentuk pagar betis untuk melindunginya. Kesempatan itu digunakan oleh pejuang ini untuk kabur dan melarikan diri.


Ahmad Kandang dikenal ahli perakit bom. Banyak bom yang dipasang untuk menghadang laju operasi TNI dibuat olehnya. Tapi, nasibnya tragis, karena dia meninggal karena bom yang dirakitnya meledak. Padahal, bom itu dia siapkan untuk menghadang iring-iringan TNI.


Ishak Daud

Selain Ahmad Kandang, nama tokoh GAM yang juga paling diburu aparat keamanan adalah Teungku Ishak bin Muhammad Daud atau lebih dikenal dengan Ishak Daud. Penglima GAM Wilayah Peureulak ini punya postur tubuh tinggi-tegap. Wajahnya juga ganteng dan mirip bintang film India.


Ishak lahir di Desa Blang Glumpang Kuala Idie, Kecamatan Idie Rayeuk, Aceh Timur pada 12 Januari 1960. Ia adalah anak pertama dari pasangan Muhammad Daud bin Tengku Basyah dan Nuriah. Semasa kecil, Ishak tinggal di lingkungan desa yang rata-rata hidup di bawah garis kemiskinan. Ayahnya bekerja sebagai nelayan sedang ibunya berjualan kue. 
Merasa tidak pernah puas dengan kondisi itu, pada awal tahun 1984, pada usia 24 tahun, Ishak memutuskan merantau ke Malaysia. Di negeri jiran itu, Ishak Daud bekerja serampangan, sebagai kuli bangunan atau penjaga restoran. Karena tak tahan hidup seperti itu di Malaysia, Ishak Daud memutuskan merantau ke Singapore. Apalagi banyak orang Aceh di negeri singa itu. Sama seperti di Malaysia, Ishak Daud juga bekerja serabutan, dari buruh bangunan hingga sopir angkutan. Di Singapore pula Ishak Daud mulai mengenal Gerakan Aceh Merdeka, apalagi saat itu banyak aktivis Aceh Merdeka menggelar pertemuan politik. Praktis, selama bekerja di Singapore Ishak sering mengikuti pertemuan tersebut. Ini pula yang membuka wawasannya tentang sejarah Aceh.


Pada Juni 1987, Ishak akhirnya disumpah oleh Tengku Abdullah Musa sebagai anggota GAM. Apalagi Hasan Tiro yang mengendalikan GAM dari Swedia butuh pemuda Aceh untuk dididik pendidikan militer dan dikirim ke Libya. Ishak Daud termasuk dalam rombongan 40 orang pemuda Aceh yang dikirim ke Libya.


Sepulang dari Libya, Ishak Daud singgah di Singapore. Hanya 12 hari di sana, Ishak Daud pun memutuskan pulang ke Aceh melalui Pelabuhan Tanjung Balai. Dari sana ia naik bus dan kembali ke kampung halamannya di Idi Rayeuk. Awalnya dia bekerja sebagai pedagang Ikan dan diam-diam merekrut pemuda untuk terlibat GAM. 
Ishak termasuk tokoh pertama yang mengibarkan bendera Aceh Merdeka di SMA Idi Rayeuk, Aceh Timur pada 4 Desember 1989 setelah pengibaran bendera di Gunung Halimun, Pidie, yang dilakukan Hasan Tiro pada 4 Desember 1976.


Pada 20 Mei 1990, Ishak Daud menyerang pos ABRI di Buloh Blang Ara, Aceh Utara. Dalam penyerangan itu, dua tentara dan seorang pelajar SMP meninggal. Kelompok Ishak Daud juga berhasil mengambil 22 pucuk senjata M-16 dan senjata jenis Minimi. Untuk ulahnya tersebut, Ishak Daud divonis 20 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Lhokseumawe. Sidangnya digelar di Sabang karena dalam beberapa persidangan sebelumnya, Ishak Daud selalu dielu-elukan oleh simpatisannya. Saat itu, Ishak disebut-sebut sebagai Kepala Biro Penerangan Aceh Merdeka. 
Namun, Ishak Daud hanya sempat menjalani hukuman dua tahun saja, karena pada masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid, 21 Mei 2000, Ishak Daud dibebaskan. Ishak memutuskan kembali bergabung dengan GAM, posisi terakhirnya sebagai Panglima GAM Wilayah Peureulak-Teumieng. Ishak meninggal dalam sebuah penyergapan oleh TNI pada akhir tahun 2003.


Abdullah Syafie

Teungku Abdullah Syafie atau Teungku Lah adalah Panglima GAM yang sangat karismatik, disegani kawan dan ditakuti lawan. Di kalangan pasukannya Teungku Lah dikenal sangat tegas namun sopan. Ia juga santun dan bersahaja. Saya merasakan kebersahajaannya ketika suatu kali menjumpainya di sebuah kampung di Glumpang Baro, Pidie. Dia sangat ramah. Saya disapanya ‘Aneuk Muda’. Selama tiga jam lebih saya duduk dan berbicara dengannya. Kebetulan Teungku Lah sedang beristirahat di kampung saya waktu itu. Rasa kagum saya pada sosok yang sangat dicintai pasukannya itu setelah beliau berceramah di masjid kampung saya. 
Teungku Lah adalah pemimpin sayap militer GAM. Dia pernah menjabat sebagai Panglima GAM Wilayah Pidie, dan terakhir sebagai Panglima Gerakan Aceh Merdeka seluruh Sumatera. Konon, lebih 20 tahun Teungku Lah memimpin gerilyawan GAM di kawasan Bireuen.


Teungku Lah tidak mendapat pendidikan militer di Libya, seperti Arjuna atau Ahmad Kandang. Inilah yang membuatnya tidak begitu suka dengan penggunaan kekerasan dalam berjuang. Kekuatan senjata hanya untuk mempertahankan diri. Hal ini pula yang membuat Teungku Lah sangat dihormati oleh tentara musuh.


Teungku Lah lahir di Desa Matanggeulumpang Dua, Bireuen. Ia hanya sempat bersekolah hingga kelas tiga di Madrasah Aliyah Negeri Peusangan. Keluar dari sekolah tersebut, Teungku Lah memilih belajar agama di sejumlah Pesantren di Aceh. Teungku Lah mulai terlibat GAM pada awal 1980 (ada juga kabar yang menyebutkan, Teungku Lah bergabung dengan GAM sehari sebelum Hasan Tiro memproklamirkan GAM di Gunong Halimon). 
Sebenarnya, masa muda Teungku Lah termasuk unik. Ia banyak terlihat dalam dunia teater bersama group Jeumpa. Sangat jauh dari kesan militer. Tetapi, belakangan, hal ini sangat membantu Teungku Lah dalam hal penyamaran. Mobilitas Teungku Lah tak terdeteksi. Orang Aceh menyebut Teungku Lah punya ileume peurabon (ilmu bisa menghilangkan diri). Teungku Abdullah Syafie meninggal dunia pada 22 Januari 2002 di Jiem-Jiem, Bandar Baru, Pidie dalam sebuah penyergapan oleh TNI. Sang istri dan lima pasukannya ikut syahid dalam penyerangan tersebut.


Sebelum meninggal, Teungku pernah membuat wasiat, “Jika pada suatu hari nanti Anda mendengar berita bahwa saya telah syahid, janganlah saudara merasa sedih dan patah semangat. Sebab saya selalu bermunajat kepada Allah SWT agar mensyahidkan saya apabila kemerdekaan Aceh telah sangat dekat. Saya tak ingin memperoleh kedudukan apapun apabila negeri ini (Aceh) merdeka”.


Abu Arafah

Teungku Abdul Meuthalib atau yang lebih terkenal dengan Abu Arafah adalah Panglima GAM Wilayah Meureuhom Daya. Wilayah operasional GAM Meureuhom Daya dalam struktur wilayah Gerakan Aceh Merdeka meliputi Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, hingga Arongan, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat. 
Abu Arafah dikenal militan karena sering kali menyerang patroli TNI di Gunung Geureutee, Aceh Jaya. Dia sering-kali mengultimatun pasukan TNI agar tidak melintasi wilayah kekuasaannya, mulai dari Lhoong, Aceh Besar hingga Arongan. Setiap penyerangan yang terjadi terhadap TNI di lintasan pegunungan itu diklaim dilakukan oleh pihaknya. Suatu kali, pasukannya menyerang pasukan pengamanan bahan logistik TNI BKO Kecamatan Jaya yang mengakibatkan Prada Suprianto, anggota TNI dari Kesatuan 320/Siliwangi luka parah.


"Kita memang mempersiapkan serangan itu, untuk mengingatkan mereka agar jangan menakali masyarakat," kata Arafah kepada media ketika itu.


Abu Arafah juga mengajak TNI berperang secara terbuka dengan pasukannya. Pasalnya, setiap selesai kontak senjata dengan GAM, aparat TNI/Polri sering mengasari masyarakat. Namun, ajakan perang tersebut mendapat larangan dari ulama, apalagi seruan tersebut dilakukan pada bulan Ramadhan. Para ulama cemas, karena Abu Arafah mengancam akan menyerang pos TNI jika tak mau meladeni ajakan berperang di lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk.


"Kami menghormati dan menghargai imbauan ulama dan tokoh masyarakat itu sepanjang pihak TNI/Polri tidak mengganggu dan menindak masyarakat secara kasar," kata juru bicara AGAM Wilayah Meureuhom Daya, Abu Tausi, mewakili Abu Arafah. 
Abu Arafah meninggal dunia dalam kontak senjata dengan pasukan TNI di Aceh Jaya, pada 10 Oktober 2002. Panglima legendaris GAM Meureuhom Daya ini dikebumikan di kampung halamannya, Krueng Tunong, pada Jumat (11/10/2002) sore.

Sekalipun Abu Arafah meninggal, namun GAM Wilayah Meureuhom Daya tetap menyembunyikan informasi meninggalnya panglima yang sangat mereka hormati itu. Hal ini dilakukan agar tidak meruntuhkan mental para pasukan di lapangan.


Saiful alias Cagee

Amiruddin atau Saiful alias Cagee bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka pada tahun 1998. Ketertarikannya bergabung dengan GAM setelah berkenalan dengan Mirik, Saiful alias Cage masih sebagai prajurit biasa di kamp 09 (kosong sikureung) Palu Beueh Awee Geutah. Saat itu, petinggi GAM di kawasan itu adalah Husaini Franco, Razali dan beberapa orang lainnya. Sekali pun masih baru dalam GAM, Cagee sudah dikenal sangat berani dan nekat.




Cagee menjadi komandan operasi khusus pada tahun 2002, karena sangat senang bertempur. Pasukan ini dibentuk tahun 2001 oleh GAM Daerah III Batee Iliek. Pada tahun 2002 pula, Cagee membentuk kamp Gurkha di Gampong Darul Aman, Peusangan Selatan. Tapi karena kondisi makin genting, dia memecah pasukannya menjadi tujuh regu, dua di antaranya bernama regu Singa Bate (dengan komandannya Mirik) dan regu Geubina yang dikomandani oleh Obeng. Setelah CoHA, Cagee menyatukan kembali pasukannya di Gurkha, agar pasukan GAM tidak tersebar-sebar.

Cagee yang dikenal pemberani ini pernah membanting stempel KPA Wilayah Bireuen di hadapan para petinggi GAM setelah mengusung Zaini Abdullah-Muzakkir Manaf sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh pada Pilkada 2012. Entah karena sikapnya tersebut, pada Jumat (22/07/12) Cagee ditembak mati di depan tokonya, Gurkha, di Matanggeulumpang Dua, Bireuen.


Selain nama-nama di atas, sebenarnya, masih cukup banyak pejuang GAM yang legendaris dan ditakuti oleh TNI, seperti Ayah Muni (panglima operasi wilayah GAM Aceh Besar), Abu Hendon, panglima GAM Wilayah Deli yang meledakkan bom di kota Medan, atau Keuchik Umar, panglima GAM di Pidie. Ada juga Udin Cobra, komandan operasi GAM di Pidie yang dikenal sangat jago taekwondo, Pawang Rasyid yang namanya sangat dikenal di kawasan Geumpang dan Tangse, Rahman Paloh di Pasee yang pernah menembak pesawat tempur TNI dari pucuk pohon kelapa, Teungku Bari, komandan operasi GAM Batee Iliek, dan masih banyak lagi. Mudah-mudahan nanti kita punya waktu menulis tentang mereka secara panjang lebar, sebagai bagian dari mengingat mereka. [diolah dari berbagai sumber]

Memanas !! Koment HABIB : Di Tahun 2012 Habib Selon Minta KH Said Aqil Siradj Diperiksa Otaknya

Di tengah para kyai NU dan warga NU Jember sedang sibuk menghadapi serangan syiah di antaranya warga NU dibacok orang Syi’ah, tahu-tahu ketua umum PBNU KH Said Aqil Siradj yang dikenal membela syiah tampaknya pura-pura tidak tahu. Justru Said melontarkan kata-kata yang pedas terhadap kelompok yang disindirnya karena membela Islam.
Membela Islam kok malah disalahkan, jadinya yang menyalahkan itu agar diperiksa otaknya.
Inilah beritanya.

Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj yang dinobatkan sebagai Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dalam sambutannya di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (1 Juni 2012), mengatakan, hari ini tidak ada lagi prasangka (suuzon) diantara ormas Islam. LPOI dideklarasikan bukan karena untuk kepentingan politik ataupun kekuasaan, tapi persaudaraan dengan semua umat Islam. Biar beda tapi sama.

“Pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari, sepulang dari Makkah bercita-cita untuk mewujudkan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah insaniyah. Adapun ukhuwah Islamiyah adalah sebuah ikatan persaudaraan yang didasarkan oleh iman dan akidah yang sama. Dengan spirit persaudaraan, apapan mahzabnya, apapun ormas, dan tempat kelahirannya, kita adalah bersaudara.”Said Aqil mengatakan, untuk menghindari sikap jumud, radikal, dan teroris, ukhuwah Islamiyah saja tidak cukup, harus disertai dengan ukhuwah wathoniyah, yakni persaudaraan sebangsa dan setanah air, apapun agamanya.

“Ukhuwah Wathoniyah saja juga tidak cukup, nanti bisa jadi abangan dan sekuler. Jadi harus menyatu antara ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathoniyah. Seperti kita ketahui, bahwa Indonesia terdiri dari 17 ribu pulau, 400 suku, diapit oleh dua negara besar. Cina dan Australia tidak senang jika umat Islam Indonesia kuat,” kata Said.

Di satu sisi, lanjut Said Aqil, kalau Islam di Indonesia terlalu keras, maka negara ini akan di “Irakkan”, di “Afghanistankan”, di “Libyakan”, dan di “Syiriakan”. Kalau Islamnya terlalu lemah, juga pasti akan diinjak-injak.“Kalau kebenaran dikalahkan oleh kepentingan politik golongan pasti ancur,” ujarnya.Said menjelaskan, kita sepakat Indonesia adalah negara kebangsaan, bukan negara agama. Indonesia adalah negara Darussalam bukan Darul Islam. “Tujuh kata yang dicoret dalam Piagam Jakarta — “berkewajiban menjalankan syariat Islam – adalah sesuatu yang eksklusif dan menimbulkan gap. Sehingga KH. Wahid Hasyim setuju agar 7 kata itu dicoret dalam Piagam Jakarta. Namun beliau mengusulkan agar ada Kementerian agama untuk menjaga kualitas pemahaman agama umat Islam di Indonesia,” jelas Said.

Said Agil Siroj juga menyindir Front Pembela Islam (FPI), bahwa seharusnya yang dibela itu adalah tanah air, bukan Islam. “Ketika itu Soekarno, Muhammad Hatta, Jenderal Soedirman bertanya kepada KH. Hasyim di Tebu Ireng, apa hukumnya membela tanah air. Jadi bukan membela Islam, seperti FPI. Tapi membela Tanah Air.”Selanjutnya dikatakan Said, jika ukhuwah Islamiyah dan wathoniyah sudah mapan, maka berlanjut pada misi ukhuwah insaniyah, yang dipersembahkan untuk dunia. Dengan demikian, dunia ini bebas perang. Setiap menyelesaikan konflik harus diselesaikan dengan dialog. “Sesungguhnya tidak ada istilah perang suci, itu sebuah kesalahan sejarah. “

Sosok ulama sekaliber Yusuf Qaradhawi saja, kata Said, tidak mampu meredam konflik di Timur tengah. Diharapkan ormas Islam yang tergabung di LPOI bisa menjadi penengah dan kekuatan sosial, civil society, penjaga keutuhan masyarakat kita.

“Jika pada 1 Juni lalu terjadi Insiden Monas, maka 1 Juni 2012 LPOI ini dibentuk dan dideklarasikan. Jika sebelumnya terjadi peristiwa berdarah-darah di Monas, dan polisi tahu siapa pelakunya, maka disini kita menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara,” ungkap Said lagi-lagi menyindir FPI.Said Aqil mengingatkan, ormas apapun yang merongrong Pancasila, mengganggu stabilitas dan keutuhan NKRI harus dilarang. Anggap saja ormas yang melakukan itu adalah ormas kriminal. Tapi jika ada ormas yang memperkuat Pancasilan dan NKRI, maka harus didukung. Ini harus tegas, tidak bisa dibiarkan. “Saya mohon pada pemerintah agar tegas untuk membubarkan ormas kriminal.”

Ketika ditanya wartawan, LPOI untuk menghadapi FUI dan FPI? Said Aqil mengatakan, kita tidak sedang menghadapi siapa-siapa. “Tidak ada tandingan-tandingan,” tukas Said.  Desastian Sabtu, 02 Jun 2012

Jusuf kalla: Tuan Guru Pancor NTB Pantas dijadikan Pahlawan Nasional

Wakil Presiden Jusuf Kalla secara pribadi mendukung diusulkannya Tuan Guru KH Muhammad Zainudin Abdul Madjid (Tuan Guru Pancor) sebagai pahlawan nasional, karena mengingat jasa-jasa beliau yang besar bagi bangsa dan negara.
Bagi saya sendiri tentu akan memberikan dukungan, karena jasa beliau tidak jauh berbeda dengan pahlawan nasional lainnya,” kata Wapres di Jakarta, Rabu (5/4
Wapres memberikan pandangannya dalam Seminar Nasional Dari Nahdlatul Wathan Untuk Indonesia “Jejak Perjuangan Tuan Guru KH Muhammad Zainudin Abdul Madjid (1904-1997)” di Kampus Universitas Negeri Jakarta.

Namun, menurut Wapres pemberian gelar pahlawan nasional tentunya harus melalui prosedur yang sudah ditentukan yaitu harus diusulkan dari daerah, dikaji secara akademik dan nantinya akan dinilai oleh tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah maupun Pusat (TP2GD/TP2GP).

“Saya yakin apa yg dilakukan Tuan Guru tidak kurang, tapi mungkin ada masalah dengan administrasi,” tambah Wapres.

Wapres juga meyakini bahwa Tuan Guru tidak semata-mata berjuang untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional, tapi yang paling penting adalah amal beliau dan bagi masyarakat penting untuk menjadi teladan apabila berbuat baik tentu semua akan menghormatinya.

TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah salah satu penggagas dan pengembang nasionalisme religius untuk kemerdekaan bangsa Indonesia lewat organisasi modern yakni Nahdlatul Wathan pada 1934 di kampung halamannya di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Gubernur NTB Tuan Guru Muhammad Zainal Majdi mengatakan, keharmonisan di NTB dikontribusikan sangat nyata oleh TGKH Muhammad Zainudin Abdul Masjid, karena ia membangun pendidikan agama yang inklusif.

“Itu terbangun sejak awal, maka ketika beliau membangun organisasi untuk menghimpun potensi masyarakat yang dinamakan Nahdlatul Wathan dinisbatkan untuk kemajuan tanah air,” ujar Zainal.

Lebih lanjut dia mengatakan, seminar yang digelar tersebut merupakan bagian dari proses untuk pengusulan TGKH Muhammad Zainudin Abdul Madjid sebagai pahlawan nasional.

“Mudah-mudahan tidak terlalu lama negara bisa memberikan pengakuan sebagai pahlawan nasional,” ujarnya, berharap.

Tim Ahok Inginkan Video Gus Dur, Yang Muncul Malah Video Ceramah Habib Rizieq net ; memalukan


 Koordinator Persidangan GNPF-MUI, Nasrulloh Nasution menilai pemutaran video Habib Rizieq oleh Penasihat Hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok adalah sesuatu yang tidak terduga dan merupakan pertolongan Allah. Sebab ia menilai video tersebut justru menegaskan penjabaran larangan ummat Islam memilih pemimpin nonmuslim.

Nasrulloh menilai pemutaran video Habib Rizieq di sidang ke-17 Selasa (4/4) kemarin, sepertinya di luar dugaan Penasihat Hukum Ahok. Pasalnya, nama file yang terbaca di komputer Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak sama dengan isinya.

Di dalam file yang disita berisi orasi Gusdur pada acara kampanye Ahok di Bangka Belitung tahun 2007. Namun, setelah file tersebut dibuka ternyata berisi ceramah Habib Rizieq.

Video yang diputar JPU pada sidang sesi kedua setelah makan siang tersebut adalah video ceramah Habib Rizieq yang menjelaskan tentang Surah Al Maidah 51. “Haram hukumnya mengangkat orang kafir sebagai pemimpinnya,” ujar Nasrulloh menirukan ucapan Habib Rizieq dalam video, Selasa (4/4).

Peserta persidangan di Auditorium Gedung Kementerian Agama, Ragunan, Jakarta Selatan, akhirnya terpaksa mendengarkan penjelasan Habib Rizieq tentang Surah Al Maidah 51.

“Itu salahnya mereka (PH Ahok-red) keliru kasih nama file videonya, namun bagi kami itu berkah, di mana akhirnya semua akhirnya bisa nonton bareng dan mendengarkan sampai selesai ceramah Habib Rizieq dalam video tersebut”, katanya.

“Alhasil, Ahli Agama yang pernah ditolak kehadirannya oleh pihak terdakwa ini menjelaskan dengan terang benderang Surah Al Maidah 51 yang berisi larangan bagi umat Islam untuk mengambil pemimpin dari kalangan Yahudi dan Nasrani,” terangnya menambahkan.JPU dalam lanjutan sidang kasus penistaan agama kembali memutarkan video-video yang dijadikan barang bukti dalam perkara yang melibatkan Ahok sebagai terdakwa.

Setelah sebelumnya memutarkan video pidato Ahok di Kepulauan Seribu, di Balai Kota, dan di partai Nasdem, kali ini JPU dalam persidangan memutarkan video-video yang diajukan oleh penasihat hukum Ahok. Video-video tersebut diserahkan penasihat hukum Ahok pada pemeriksaan tingkat penyidikan di Bareskrim Polri dan masuk ke dalam berkas perkara.

tonton videonya DISINI !!!

Jokowi Jangan Pisahkan Agama Dan Politik , Hendropriyono: Agama Harus Jadi Penyatu Indonesia | liputan cnn


Mantan kepala BIN dan Ketua Umum PKPI Hendropriyono menilai, antara agama sebagai wilayah pribadi dengan politik sebagai wilayah umum harus dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya itu, menurutnya negara juga harus mengatur penceramah di rumah ibadah.

Hal itu diungkapkan Hendropriyono dalam program Merawat Persatuan yang ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Rabu (5/4/2017). Menurut Hendropriyono agama tidak semestinya menjadi permasalahan. Melainkan, agama seharusnya bisa menjadi penyatu rakyat Indonesia.

Baca juga :

tamparan keras habib rizieq untuk ahok

Ketum Gp Ansor Sebut Habib Rizieq Sihab Gurunya Seytan

Ust Arifin Ilham Beberkan Karakter Asli Habib Rizieq Syhab


Politik di Indonesia, tambah Hendro, cenderung menghalalkan segala cara untuk memenangkan kedudukan dan kekuasaan. Di antaranya, seperti penggunaan rumah ibadah sebagai tempat kampanye.

"Jadi sebetulnya, semua rumah ibadah, masjid, gereja, kuil, temple, itu dikuasai negara. Siapa yang di situ jadi katib, siapa yang di situ jadi pendeta, siapa yang khutbah. Itu negara menyeleksi dan tanggung jawab," kata Hendro.

Sementara itu, Hendropriyono juga mengisahkan bagaimana isu SARA tidak berlaku di dunia militer Indonesia. Ia pun mengajak masyarakat untuk mencontoh nilai-nilai tersebut.Lalu, bagaimana cara untuk menumbuhkan kembali rasa persatuan Indonesia menurut Hendropriyono? Saksikan tayangan selengkapnya berikut ini.

Dengan Sengaja !!! Ust Arifin Ilham Membeberkan Karakter Asli Habib Rizieq Didepan...

Aksi Damai Bela Islam dan Bela Negara II di Jakarta pada Jum'at (4/11/16) memiliki kesan ruhani yang sangat mendalam bagi seluruh peserta dan kaum Muslimin di dalam dan luar negeri.
Tarbawia turut hadir dalam aksi tersebut sampai malam. Dan berkali-kali meneteskan air mata haru melihat persatuan kaum Muslimin.

Banyak ulama yang hadir di #AksiDamai411 tersebut. Di antara nama yang paling sering disebut dan dirujuk adalah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab dan Pimpinan Majlis az-Zikra Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham.

Pada Kamis, 10 November 2016 di Masjid az-Zikra Sentul Bogor Jawa Barat, Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham mengisi Kajian Khusus Muslimah. Di dalam kajian itu, dai kelahiran Banjarmasin ini mengungkap karakter asli Habib Rizieq Syihab yang tidak banyak diketahui bahkan terkesan ditutup-tutupi oleh media sekuler.
Publik mempersepsikan Habib Rizieq Syihab sebagai laki-laki yang kasar, keras, kejam, dan galak. Persepsi ini lahir karena ketidakkenalan dan menyimpulkan dari sajian media syiar, cetak, atau online yang berasal dari orang-orang yang tidak sepakat dengan Habib Rizieq.

BACA JUGA :

Jokowi : FPI RESMI AKAN DIBUBARKAN

Ketum Gp Ansor sebut Habieb Rizieq Gurunya Seytan

Semprotan Pedas Habib Rizieq Untuk Ahok


"Ibu-ibu, kapan-kapan, datanglah secara rombongan ke Pesantren beliau (Habib Rizieq Syihab) di Puncak Bogor Jawa Barat," tutur Kiyai Haji Arifin, menyarankan kepada pembaca.

"Berbincanglah dengan beliau. Beliau orangnya lembut banget. Tidak seperti kelihatannya," ujar sang kiyai.

Kiyai Arifin melanjutkan, Habib Rizieq merupakan pribadi yang tegas. Beliau tidak pernah marah saat difitnah keji, dituduh berbuat makar, atau tuduhan-tuduhan keburukan lainnya. Beliau menanggapinya dengan senyum, sebab jalan dakwah itulah yang beliau pilih.

"Tapi ketika Al-Qur'an dinista," lanjut Kiyai Arifin Ilham, "beliau berada di garda terdepan untuk membela Kalam Allah Ta'ala."

Atas vokalnya beliau dalam menyampaikan dakwah itu pula, Habib Rizieq dua kali dimasukkan ke dalam jeruji besi. Bahkan, laki-laki yang disebut pintar, shalih dan cerdas oleh Kiyai Arifin ini menyelesaikan pendidikan doktoralnya bidang Syariat Islam di rumah tahanan.

Di Dalam Sidang , Ahok Sebut Habib Rizieq Pemimpin...


JAKARTA - Terdakwa dugaan penistaan agam Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku tak pernah berpikir panjang saat berpidato. Hal itu terungkap saat dicecar majelis hakim terkait ucapannya mengenai Surat Al Maidah ayat 51 saat berpidato di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.


Ahok mengatakan, ucapannya soal Surat Al Maidah ayat 51 terjadi setelah melihat seorang ibu yang nampak tak semangat saat menghadiri acara dialog budidaya ikan kerapu. Dia langsung teringat seorang ibu yang enggan memilihnya di Bangka Belitung pada 2007 karena takut dianggap murtad.

Ucapan tersebut spontan keluar dari mulut Ahok. Menurut ahok, dia terbiasa berbicara apa yang sedang terlintas dalam benaknya tanpa berpikir panjang lebih dulu.

"Saya tak ada jeda dalam pidato yang saya sampaikan. Saya pidato nggak pernah pakai 'eee.. hmm..', mikir. Di event apa saja, saya langsung bisa pidato," ujar Ahok dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017).

BACA JUGA :

JOKWI : FPI AKAN DIBUBARKAN PAKSA

Tamparan Keras Habib Rizieq Untuk Ahok

Ketum Gp Ansor : Habib Rizieq Gurunya Sytan

Hakim merasa tak puas dengan jawaban Ahok. Hakim terus menggali alasan Ahok menyinggung soal Surat Al Maidah ayat 51. Hakim pun kembali bertanya kepada ahokdengan lebih mendalam apakah pernah ada yang menyampaikan tentang surat Al Maidah ayat 51.

"Karena asumsi saya, mereka sudah tahu. Karena di TV hampir setiap Jumat demo anti saya. Dari 2014, 2015 sampai 2016, Rizieq sudah pimpin menolak gubernur non-muslim," kata dia.Hakim kemudian menanyakan alasan Ahok memakai kata 'Iya, kan?' saat mengutip surat Al Maidah ayat 51 dalam pidatonya. Sebab kalimat itu dianggap menghendaki jawaban positif.

Ahok menjawab, dia ingin memastikan ibu yang terlihat tak semangat tadi. Ahok ingin melihat mimik muka si ibu secara jelas. Apalagi dia dan si ibu duduk lebih dekat.

"Saya lihat apakah gara-gara ini (Al Maidah ayat 51, atau) bukan, makanya saya ingin pastikan apakah ini terkait gubernur palsu, bukan? Saat buka pertanyaan, dia juga diam," ucap Ahok.

Ahok menambahkan, Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo bahkan sempat mengingatkan dirinya bahwa waktunya terlalu lama. Namun Ahok bersikeras untuk tetap memanjangkan waktu agar si ibu yang dimaksud bersuara.

"Tapi diserobot terus orang," kata Ahok.

"Jadi sampai selesai tidak ada konfirmasi?" tanya hakim.

"Sampai foto dengan saya, (ekspresi) dia beda. Kalau bapak perhatikan ibu-ibu yang oke dia rangkul saya oke. Kalau ibu-ibu tadi dia foto, jauh sama saya," ujar Ahok.

Hari Ini !!! Hakim Cecar Ahok soal Hubungan Budidaya Ikan dengan Al Maidah

SIDANG AHOK


Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto mencecar terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, soal hubungan budidaya ikan dan surat Al Maidah ayat 51 dalam pidatonya di Pulau Pramuka, 27 September 2016.

"Maksudnya saudara itu apa, ikan dengan Al Maidah itu apa hubungannya?" tanya Dwiarso di Auditorium Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017).

Ahok menjawab bahwa surat Al Maidah ayat 51 disebut, karena Ahok melihat ibu-ibu yang tak antusias mendengar tawaran kerja sama budidaya ikan.

Melihat ibu itu, Ahok lantas teringat situasi Pilgub Belitung 2007, di mana ada warga tidak menerima program Ahok lantaran ada oknum menggunakan surat Al Maidah 51.

BACA JUGA :

ktum gp ansor : Habib Rizieq Gurunya syetan dan gak jelas

Nasihat Gubernur NTB terkait Kasus Ahok

Dalam Sidang Ahok Sebut Habib Rizieq Pemimpin...

"Saya tebak-tebak, apakah karena uang. Terlintas ini jangan-jangan kayak di Belitung, orang polos, karena dia pikir dalam pilkada, harus bayar budi nih kalau milih program," kata Ahok.

Ahok lantas menegaskan bahwa tak ada hubungan program budidaya ikan dengan pilkada, sehingga warga tetap bisa ikut menikmati program itu meski tidak memilihnya.

Dwiarso kembali mencecar Ahok soal hubungan kunjungan Ahok di Pulau Seribu dengan Al Maidah 51.

"Tadi sudah disampaikan (Ahok), 'tidak pilih saya enggak apa-apa asal program jalan, karena sampai Oktober 2017'. Lah terus hubungannya apa dengan Al Maidah?" tanya Dwiarso.

"Saya yakin sekali, orang nolak saya, selain program dari Bangka Belitung, masalah keyakinan. Baik dengan saya tapi tidak bisa pilih saya," jawab Ahok.


Luarbiasa !!! Nasihat TGB Yang Sangat Bijak Terkait Kasus Ahok


KENAPA KITA TOLAK AHOK ?, SEMOGA NASEHAT SINGKAT GUBURNUR NTB INI MAKIN MENYADARKAN KITA
(M Zainu Majdi Gubernur NTB)
"Saya 8th mengemban amanah sebagai gubernur NTB Saya tahu persis bahwa gubernur punya banyak sekali kewenangan yang bisa menentukan arah sebuah provinsi..
Sehingga saya tahu persis kalau seorang gubernur ingin mewarnai suatu daerah sesuai keyakinan dan prinsipnya, itu sangat mudah

Kalau seorang gubernur non muslim ingin memfasilitasi kegiatan pemurtadan secara halus, gunakan instrumen peraturan yang ada, itu bisa dan sangat mudah terjadi..
Sebagaimana seorang gubernur Muslim yang memiliki visi islami bisa menjalankan visi itu dalam program2 yg senafas dengan ajaran Islam."



"Asatidz yang saya hormati, kita sungguh2 tidak berada di ranah teroris semata bukan sekedar urusan fikih, namun ini menyangkut nasib bangsa kita kedepan..
Umat sudah kehilangn kendali ekonomi, politik  sumber daya alam dikuasai oleh mereka cina nonmuslim



Ruang kebijakan publik dieksekusi oleh para pemimpin mulai dari Presiden hingga Bupati Walikota yang relatif mampu dikuasai umat..
Inilah yang menjadi obsesi mereka kini, bagaimana merebut otoritas politik di Republik ini..
Kasus DKI adalah batu uji..
Si fulan itu sudah ber kali2 menyatakan dia akan menjadi presiden RI..
Ucapan itu bukan asal bunyi Mereka tidak pernah berbasa-basi"
"Ketika sumber daya ekonomi, sda dan otoritas politik mereka kuasai, wassalam lah kita semua" Indonesia akan jadi spt Singapura

YG SANGAT NYATA ADALAH PROGRAM REKLAMASI PULAU2 YG AKAN DIHUNI JUTAAN CINA LALU MEREKA BER KTP DKI AGAR SAMPE KIAMAT NANTI GUBERNUR DKI ADALAH CINA NON MUSLIM INGATLAH SINGAPURA DULU JUGA LEE KWAN YU UNTUK KUASAI SINGAPURA JUGA BERPURA2 JADI MUSLIM KEMANA2 BERKOPIYAH BEGITU JADI PRESIDEN IA SINGKIRKAN PRIBUMI MELAYU MUSLIM DENGAN PENGGUSURAN2 BESAR2AN BAIK SECARA FISIK LOKASI MAUPUN JABATAN2 DI BIROKRASI PEMERINTAH 

TTD 
Tuan Guru Baginda Moh Zainu Majdi // Gubernur NTB

Ketum Gp Ansor sebit Habib Rizieq Gurunya Seytan Dan Gak Jelas


Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Qoumas, menyindir keilmuan yang dimiliki Habib Rizieq karena dianggap tidak jelas gurunya.
Ungkapan itu beredar di media sosial yang sempat diucapkan Yaqut dalam acara PKL khusus dosen di IAIN Tulungagung pada 2 Maret 2017 lalu.

Ketum GP Ansor itu membandingkan guru-guru yang dimiliki kiai pesantren NU karena memiliki sanad yang jelas.

“Orang yang tidak punya guru berarti tidak punya sanad keilmuan yang jelas. Coba sekarang siapa yang tahu gurunya Rizieq Shihab itu siapa? Tidak jelas gurunya. Berarti dia gurunya setan,” ucap Yaqut.
Seperti diketahui GP Ansor belakangan menegaskan tidak mempermasalahkan bagi umat Islam untuk mendukung calon pemimpin meski dari kalangan non muslim.
Dalam konnteks Pilkada DKI hal ini merujuk pada calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

CVIDEONYA DISINI !


Tamparan Hbib Rizieq Untuk Ahok : " Ahok Juga Kerap Menyinggung...


habib rizieq

Jakarta - Habib Rizieq Syihab menyebut bukan sekali saja Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51. Menurut Rizieq, salah satunya saat Ahok menghadiri rapat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Namun Rizieq tak menyebutkan kapan waktunya. Dia hanya menyatakan, dalam rapat tersebut, Ahok sempat membuat lelucon akan membuat Wi-Fi dengan nama 'Al-Maidah' dan password 'kafir'.

"Ada lagi rekaman pernyataan terdakwa dalam rapat Pemprov DKI Jakarta yang lagi heboh sekarang di tengah masyarakat dengan lelucon, yaitu mengusulkan membuat Wi-Fi milik Pemprov DKI bernama 'Al-Maidah' dengan password 'kafir'," kata Rizieq saat bersaksi di auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017).



Menurut Rizieq, sebelum kejadian pidato di Kepulauan Seribu, Ahok juga kerap menyinggung soal Al-Maidah 51. "Sebelum kejadian di Kepulauan Seribu, terdakwa sudah sering nyindir-nyindir Al-Maidah ayat 51," kata Rizieq.

Rizieq mencontohkan, saat diwawancara media pada 30 Maret 2016, Ahok juga sempat menyebut soal Al-Maidah ayat 51. Hal lain adalah saat Ahok berpidato di kantor Partai NasDem.

"Tanggal 21 September, terdakwa ini di kantor DPP NasDem. Itu meminta lawan politiknya agar tidak memakai Surat Al-Maidah ayat 51," tuturnya.

Ahok membenarkan Dalam Video Yang Diputar Jaksa Adalah Dia


 Jaksa Penuntut Umum (JPU)  memutarkan beberapa video terdakwa Basuki Tjahaja Purnama pada pemeriksaan barang bukti hari ini.
Saah satu video yang diputar adalah video editan berisi Ahok sedang memarahi anak buahnya di rapim Balai Kota. Dalam video itu Ahok sempat berbicara soal iman seseorang ditambah latar suara mengaji dan digabung dengan video Ahok di Pulau Seribu.



Usai video itu diputar, Hakim Ketua Dwiarso Budi Santiarto bertanya pada Ahok. "Saya klarifikasi dulu. Itu tadi gambar saudara, pidato saudara?" tanya Dwiarso.
Ahok membenarkan, orang dalam video itu adalah dirinya. Namun Ahok menyebut video itu hanya dicuplik sebagian. Menurutnya, saat itu dia sedang menegur PNS yang berniat korupsi.
"Saya sampaikan itu karena saya lagi marah, program rakyat tidak dilakukan, anggaran dimakan. Ya saya marah. Lalu saya mendorong orang, mari kita dengarkan yang baik. Kalau orang beriman tidak curi uang rakyat, tidak mengharapkan jabatan. Itu saya sampaikan," ucap Ahok dalam persidangan, Selasa (4/3/2017).
Ahok mengatakan ada pemotongan pada video yang diputar tersebut. Menurutnya, dalam video itu dirinya tidak fokus membicarakan iman seseorang.
"Betul yang mulia. Tapi itu dicopot. Sebetulnya saya lagi marahin mereka yang korupsi. Saya bilang yang masih korupsi nggak usah sembayang, nggak usah salat, nggak usah ngaku bersih karena masih curi uang rakyat," kata Ahok.

Dalai : tidak hanya Sri Bintang yang mengajukan gugatan ke pengadilan internasional

Pihak Polri menyarankan tersangka kasus dugaan makar, Sri Bintang Pamungkas mengajukan praperadilan dulu, sebelum mengajukan gugatan ke pengadilan internasional.
"Ada baiknya bahwa pelaporan itu harusnya diuji melalui praperadilan, bukan ke mahkamah internasional," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Martinus Sutompul di kantor Divisi Humas Polri, Senin (3/4/2017).
Martinus mengingatkan, ada sejumlah prosedur yang perlu dilalui soal pengajuan gugatan ke pengadilan internasional. Ia menjelaskan, Indonesia sendiri merupakan negara hukum yang mempunyai mekanisme tersendiri.
"Saya kira itu hak seseorang melakukan itu. Tapi seyogyanya, sebaiknya harus diuji. Karena kita punya mekanisme itu untuk melakukan upaya menguji sebuah perbuatan hukum, konsekuensi hukum, ada ujiannya. Ijinnya di praperadilan," kata dia.Meski begitu, pihaknya mengaku tak khawatir dan mempersilakan Sri Bintang mengajukan gugatan ke pengadilan internasional.

"Kalau melakukan gugatan ke mahkamah internasional itu silakan saja. Silakan saja kami siap menghadapinya," katanya lagi.
Sementara itu, penasihat hukum Sri Bintang, Dahlia Zein saat ditemui di Polda Metro Jaya berkata bahwa pihaknya terus mengumpulkan bukti yang akan dibawa ke Pengadilan Internasional.
Beberapa bukti yang dimaksud diantaranya, bukti surat penangkapan dan surat penangguhan dari polisi kepada kliennya.

"Kalau untuk berkas materi gugatan, sudah masuk cuma lagi kita masukkan baru kemarin kan bulan Maret sih, tapi kan ada bukti-bukti waktu 14 hari, jadi satu minggu kedepan kami berangkat ke Jenewa," tutur Dahlia.
Dahlia mengatakan, tidak hanya Sri Bintang yang mengajukan gugatan ke pengadilan internasional, namun para tersangka kasus dugaan makar lainnya seperti, Rachmawati Soekarnoputri dan Firza Husein akan melakukan hal serupa dengan Sri Bintang.
Lanjutkan membaca ....

TERBARU !!! Ini Alasan Pengacara Putar Video Pidato Ahok di Kepulauan Seribu | liputan CNN

Ahok

 Sidang ke-17 kasus dugaan penodaan agama dibuka dengan memutar penggalan video pidato Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Tim Ahok meminta agar video pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang diunggah oleh Pemerintah Provinsi DKI juga diputar.

Ketua tim pengacara Ahok, Trimoelja D Soerjadi, mengatakan pihaknya akan membandingkan video yang diunggah Buni Yani dalam akun Facebook-nya dengan Pemprov DKI.


"Kalau Anda perhatikan, Pak Basuki pidato 27 September 2016 dan diunggah Pemprov 28 September 2016, sampai 5 Oktober tidak ada apa-apa (masalah). Begitu diunggah video Buni Yani, ada pemotongan kata dan penambahan itulah menjadi viral. Itu yang kita harapkan ditayangkan," kata Trimoelja dalam sidang Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017).

Oleh karena itu, lanjut dia, video-video tersebut sangat penting untuk diputar di persidangan.

"Itu penting karena di dalam tanggapan penuntut umum terhadap terdakwa, dengan tegas menyatakan sebagai akibat unggahan Buni Yani itu timbul istilah eufisme dinamika masyarakat. Maksudnya timbul kegaduhan karena unggahan Buni Yani," ujar Trimoelja.

Ahok kini berstatus sebagai terdakwa kasus dugaan penodaan agama, lantaran ucapannya soal Surat Al Maidah ayat 51 saat berpidato di Kepulauan Seribu tahun lalu. Gubernur nonaktif DKI Jakarta ini didakwa melanggar Pasal 156a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

Todung Mulya Lubis: Upaya Pelemahan KPK Harus Dilawan


 Guru Besar Hukum Pidana di Universitas Sumatera Utara Todung Mulya Lubis menilai, bila Revisi UU KPK dilakukan, akan terjadi kemandulan pada lembaga antikorupsi tersebut. Terlebih bila mengacu pada Indeks Persepsi Korupsi (IPK) tahun ini, Indonesia masih di angka 37 dalam rentang 0-100.

"Kita memang tak mendapat perbaikan, tahun ini IPK kita 37. Ini masih di bawah 50 dan masih banyak kasus megakorupsi terjadi, seperti e-KTP. Jadi, menurut saya tidak pada tempatnya revisi dilakukan," kata Todung saat memberi dukugannya ke Markas KPK, Kungingan, Jakarta Selatan, Senin (3/4/2017).Menurut Todung, contoh kasus e-KTP membuktikan bahwa korupsi merupakan bentuk multisektoral, multifraksi, multipartai. Bila revisi UU KPK terjadi, hal ini akan membuat KPK mengalami krisis. Karena itu, kedatangannya ke KPK dengan merangkul rekan sejawatnya adalah guna memberi masukan moral untuk melawan upaya pelemahan KPK.

"Kita akan beri dukungan moral ke KPK. Semua upaya melemahkan KPK harus dilawan. KPK harus didukung semua masyarakat komit melawan korupsi," tegas dia.

Selain Todung, hadir pula Erry Ryana. Dalam pernyataan sikapnya, mantan pimpinan KPK ini mendesak DPR dan Presiden Jokowi untuk memberi dukungan penuh dengan tetap menjaga independensi KPK.

Selain Todung dan Erry, tokoh pendukung KPK lain turut hadir yakni Dadang Trisasongko, Natalia Soebagjo, HS Dillon, Bambang Harymurti, Betti Alisjahbana, Lelyana Santosa, Tini dan Ismi Hadad, serta Achmad Daniri.

Jangan Utak Atik UU KPK

Ketua KPK Agus Rahardjo menuturkan, usaha untuk melemahkan KPK harus ditolak secara bersama-sama. Salah satu cara untuk memperkuat lembaga antirasuah itu dengan tidak mengutak-atik UU KPK.

"KPK harus diperkuat dan cara untuk memperkuatnya salah satunya adalah tidak mengutik-utik UU KPK. Tapi disempurnakan dan diperkuat UU Tipikor," tutur Agus di Gedung Wantimpres Jakarta Pusat, Senin (3/4/2017).

Apabila UU Tipikor ini diperbaiki, dapat mencakup korupsi di private sector, asset recovery, dan illicit enrichment. Hal ini dapat berpengaruh untuk mencegah korupsi di Indonesia.

"Kita sudah ratifikasi tapi UU implementasinya perlu segera dibuat dan perbaikannya. UU Tipikor yang mencakup korupsi di private sector, asset recovery, illicit enrichment. Ini lebih masih pencegahan dibanding yang lalu," imbuh dia.

Terakhir, dia berharap agar Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) dapat mempercepat akselarasi reformasi birokrasi.

"Kami juga mengusulkan bagaimana kita beroperasi juga harus dilakukan perbaikan supaya memperkuat kesepakatan yang kita lakukan dengan MenPan-RB. Kami harap Wantimpres mempercepat akselarasi reformasi birokrasi," tutur Agus.


Ahok Bantah Kalau Dirinya Tidak Menistakan Agama | liputan cnn


Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan, dirinya kerap kali dituding membenci Islam karena beberapa pernyataannya yang dianggap menodakan salah satu ayat Alquran.

Ia pun membeberkan banyak kebijakannya selama memimpin Jakarta atau saat masih menjabat sebagai Bupati Belitung Timur yang justru berpihak pada umat Islam.



Calvingub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberi pernyataan pada syukuran ulang tahun Ketua Dew... 20170326-Hadiri Ultah Agung Laksono, Ahok Diserbu Ibu-Ibu-Tebe
"Benci Islam masa hajiin orang, umrohin orang. Itu juga hal yang tak masuk akal, ya enggak? Bagaimana orang bisa benci tapi bangun masjid, ini kita mau bangun makam Mbah priok itu, kompleks itu bisa Rp 50 miliar itu, saya gambar, desain," ujar Ahok di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu 2 April 2017.

Ahok berujar, jika dirinya benar-benar membenci Islam, dia tidak mungkin masih hidup hingga saat ini. 

"Saya kalau nista agama udah lama dibunuh orang Islam saya. Saya tinggal di Belitung Timur 93 persen muslim, bupati di sana kok, ya mana mungkin. Ini saya kira perlu (diluruskan)," ujar dia.

Selain itu, Ahok mengatakan, beragam kampanye untuk menyerang dirinya di Pilkada DKI Jakarta 2017 ini telah ia terima, mulai dari penggusuran hingga dugaan penodaan agama.

"Jadi ini kan banyak hal yang perlu disampaikan. Karena di lapangan, enggak mau pilih saya itu karena gusur, yang kedua soal nista agama, penodaan agama," kata menandaskan.

Buka Beranda CNN

LAINNYA DARI LIPUTAN CNN

2014 © Movieism
Designed By Templateism | Templatelib