Tampilkan postingan dengan label HUKUM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HUKUM. Tampilkan semua postingan

Santai Habib Rizieq Sihab Skak Mat Kicauan Presiden Jokowi


Kicauan Presiden Joko Widodo dalam akun Twitternya @Jokowi yang meminta aparat kepolisian menindak organisasi massa yang melawan hukum, ditanggapi Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab.

Dalam blog pribadinya di www.habibrizieq.co, Rizieq Shihab menyindir Presiden Jokowi yang dinilai kurang tegas terhadap Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang terjerat dalam kasus penistaan agama.

Dalam blog pribadinya itu, Rizieq Shihab menulis, "Mr Jokowi tegas terhadap Ormas yang melawan hukum dan resahkan masyarakat, tapi impoten dan sontoloyo terhadap Ahok yang melanggar Hukum dengan menista Agama dan meresahkan secara nasional."

Belum lama ini Presiden Jokowi menginstruksikan aparat kepolisian menindak tegas ormas-ormas yang melakukan aksi anarkis dengan sweeping pusat perbelanjaan yang menggunakan atribut-atribut keagamaan non muslim jelang Natal dan Tahun Baru.

Hal ini menyusul aksi sweeping yang dilakukan FPI di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu terkait fatwa MUI Nomor 56 Tahun 2016 tentang hukum penggunaan atribut keagamaan non-muslim. Sebagai ormas, FPI sering melakukan sweeping.

Perintah itu disampaikan Presiden Jokowi dalam memberikan arahan kepada para perwira menengah dan perwira tinggi Polri di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/12/2016).

Sumber: NETRALmedsos

PARAH !!! Nama SBY Mulai Muncul di Sidang Kasus Korupsi e-KTP


Jakarta – Anas Urbaningrum yang merupakan mantan ketua Fraksi Partai Demokrat mengungkapkan jika tidak secara spesifik mengetahui proyek dari e-KTP. Terlebihm hingga mengeluarkan perintah khusus untuk mengawal proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

Anas Urbaningrum
“Yang saya tahu, ini porgram atau kebijakan pemerintah untuk perbaiki administrasi nasional. (Proyek) jangka panjang,” ungkap Anas saat bersaksi untuk terdakwa mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi jakarta, Kamis (6/4/2017).
Meski demikian, Anas melanjutkan, dari mulai Fraksi Demokrat di DPR RI, pengurus Partai Demokrat, hingga kader, mendapat arahan dari Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mendukung seluruh program pemerintah.
“Memang ada arahan dari ketua dewan pembina, kebetulan dijabat Presiden (SBY),” pungkasnya.
Namun tidak ada arahan khusus untuk mengawal proyek tertentu, kecuali untuk menggagalkan pansus Bank Century. Sebab, dia mengaku di proyek KTP-el tak dimintai atensi khusus dari pimpinan partai atau perwakilan di Komisi II DPR.
Anas pun membantah ikut terlibat dalam pembahasan karena hanya delapan bulan duduk di DPR. Setelah dilantik Oktober 2009, dia mengaku telah mundur pada Juni 2010 karena terpilih sebagai ketua umum Partai Demokrat. (Yayan – harianindo)


WADUH !!! Perempuan Ini sebut Jokowi Raja Kodok DI acount Facebook Net : Ketangkep mewek

Menjadi orang nomor satu di Indonesia memang bukanlah hal yang mudah. Itulah yang tampaknya sedang dirasakan oleh presiden Joko Widodo. Tak semua orang menyukai kinerja Jokowi. Banyak pro dan kontra yang menghiasi dua tahun kepemimpinan mantan Wali Kota Surakarta tersebut. 
Bahkan banyak cara yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk menjatuhkan Presiden Indonesia ke-7 ini. Meskipun sering diserang dan dihina oleh berbagai penjuru dan berbagai celah, sepertinya Jokowi tak terlalu ambil pusing dengan semua itu. Seperti mengerti jika tak semua orang akan pro dengan dirinya, Joko Widodo


bahkan hanya menanggapi hal-hal yang selalu menjelekkan dirinya dengan senyuman. Baru-baru ini publik dihebohkan dengan unggahan facebook seorang wanita bernama Indrisantika Kurniasari di akun Facebook miliknya. Wanita tersebut dengan terang-terangan menghina Jokowi yang sedang menggunakan pakaian adat raja Maluku.


Dalam unggahannya, Indrisantika bahkan menyebut Presiden Jokowi dengan sebutan yang sangat kasar 'Raja Kodok'. Ibu dua anak itu bahkan menyebut jika Jokowi ingin bersaing dengan Raja Arab Saudi, King Salman. Hal tersebut diketahui dari unggahan akun gosip @lambe_turah, Sabtu (25/2/2017). Tingkah ibu muda tersebut tak pelak mendapat nyinyiran dan sumpah serapah dari para netizen.
@zakiyaoutfitms, "Ciyeee, pengen dibully orang se Indonesia ciyee , bangga gitu yakk,"

@syahdina_f, "Ibu2 yg ga ada kejaan, bukannya ngurusin anak malah nyakitin orng lain. Di doain semoga anak ibu bisa jadi presiden, dan ga di lecehin kaya gitu. Bego,"

@dinikaniasiap, "in mental aja ya bu (emoji) pesen saya lain kali jangan sok"an mncoba komen presiden deh buuu, salah nyari lawan ibu nyaaaahhh (emoji),"

@nellynosepa, "Naudzubillah yah... aamiin smoga saat kta memutuskan brhijab istiqomah gk menghina org lain pa lg nympahin n ngancem2.. udah ibu2 pula kan malu yah klo yg waras mah hehehe @safira_wr,"


Setelah ditelusuri akun facebook atas nama Indrisantika Kurniasari, wanita yang dengan terang-terangan menghina orang nomor satu di Indonesia tersebut memang getol dalam mengkritik pemerintahan pimpinan Jokowi. Presiden Joko Widodo memakai pakaian adat tersebut karena mendapat gelar 'Upu Kaletia Kenalean Dantul Po Deyo Routnya Hnulho Maluku'.


Di mana artinya yakni bapak pemimpin besar yang peduli terhadap kesejahteraan hidup masyarakat adat Maluku dari Majelis Latupati Maluku. Penghargaan tersebut diberikan pada hari Jumat (24/2/2017) pagi oleh Ketua Majelis Latupati Maluku Bonifaxius Silooy, di Ambon, Maluku. Penganugerahan didahului dengan pasawari adat berupa pemasangan jubah kebesaran, kain ikat pinggang, mahkota kebesaran, dan pemberian tongkat komando adat.


Sumber;tribunnews.com

Tim Ahok Inginkan Video Gus Dur, Yang Muncul Malah Video Ceramah Habib Rizieq net ; memalukan


 Koordinator Persidangan GNPF-MUI, Nasrulloh Nasution menilai pemutaran video Habib Rizieq oleh Penasihat Hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok adalah sesuatu yang tidak terduga dan merupakan pertolongan Allah. Sebab ia menilai video tersebut justru menegaskan penjabaran larangan ummat Islam memilih pemimpin nonmuslim.

Nasrulloh menilai pemutaran video Habib Rizieq di sidang ke-17 Selasa (4/4) kemarin, sepertinya di luar dugaan Penasihat Hukum Ahok. Pasalnya, nama file yang terbaca di komputer Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak sama dengan isinya.

Di dalam file yang disita berisi orasi Gusdur pada acara kampanye Ahok di Bangka Belitung tahun 2007. Namun, setelah file tersebut dibuka ternyata berisi ceramah Habib Rizieq.

Video yang diputar JPU pada sidang sesi kedua setelah makan siang tersebut adalah video ceramah Habib Rizieq yang menjelaskan tentang Surah Al Maidah 51. “Haram hukumnya mengangkat orang kafir sebagai pemimpinnya,” ujar Nasrulloh menirukan ucapan Habib Rizieq dalam video, Selasa (4/4).

Peserta persidangan di Auditorium Gedung Kementerian Agama, Ragunan, Jakarta Selatan, akhirnya terpaksa mendengarkan penjelasan Habib Rizieq tentang Surah Al Maidah 51.

“Itu salahnya mereka (PH Ahok-red) keliru kasih nama file videonya, namun bagi kami itu berkah, di mana akhirnya semua akhirnya bisa nonton bareng dan mendengarkan sampai selesai ceramah Habib Rizieq dalam video tersebut”, katanya.

“Alhasil, Ahli Agama yang pernah ditolak kehadirannya oleh pihak terdakwa ini menjelaskan dengan terang benderang Surah Al Maidah 51 yang berisi larangan bagi umat Islam untuk mengambil pemimpin dari kalangan Yahudi dan Nasrani,” terangnya menambahkan.JPU dalam lanjutan sidang kasus penistaan agama kembali memutarkan video-video yang dijadikan barang bukti dalam perkara yang melibatkan Ahok sebagai terdakwa.

Setelah sebelumnya memutarkan video pidato Ahok di Kepulauan Seribu, di Balai Kota, dan di partai Nasdem, kali ini JPU dalam persidangan memutarkan video-video yang diajukan oleh penasihat hukum Ahok. Video-video tersebut diserahkan penasihat hukum Ahok pada pemeriksaan tingkat penyidikan di Bareskrim Polri dan masuk ke dalam berkas perkara.

tonton videonya DISINI !!!

Jokowi Jangan Pisahkan Agama Dan Politik , Hendropriyono: Agama Harus Jadi Penyatu Indonesia | liputan cnn


Mantan kepala BIN dan Ketua Umum PKPI Hendropriyono menilai, antara agama sebagai wilayah pribadi dengan politik sebagai wilayah umum harus dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya itu, menurutnya negara juga harus mengatur penceramah di rumah ibadah.

Hal itu diungkapkan Hendropriyono dalam program Merawat Persatuan yang ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Rabu (5/4/2017). Menurut Hendropriyono agama tidak semestinya menjadi permasalahan. Melainkan, agama seharusnya bisa menjadi penyatu rakyat Indonesia.

Baca juga :

tamparan keras habib rizieq untuk ahok

Ketum Gp Ansor Sebut Habib Rizieq Sihab Gurunya Seytan

Ust Arifin Ilham Beberkan Karakter Asli Habib Rizieq Syhab


Politik di Indonesia, tambah Hendro, cenderung menghalalkan segala cara untuk memenangkan kedudukan dan kekuasaan. Di antaranya, seperti penggunaan rumah ibadah sebagai tempat kampanye.

"Jadi sebetulnya, semua rumah ibadah, masjid, gereja, kuil, temple, itu dikuasai negara. Siapa yang di situ jadi katib, siapa yang di situ jadi pendeta, siapa yang khutbah. Itu negara menyeleksi dan tanggung jawab," kata Hendro.

Sementara itu, Hendropriyono juga mengisahkan bagaimana isu SARA tidak berlaku di dunia militer Indonesia. Ia pun mengajak masyarakat untuk mencontoh nilai-nilai tersebut.Lalu, bagaimana cara untuk menumbuhkan kembali rasa persatuan Indonesia menurut Hendropriyono? Saksikan tayangan selengkapnya berikut ini.

Dengan Sengaja !!! Ust Arifin Ilham Membeberkan Karakter Asli Habib Rizieq Didepan...

Aksi Damai Bela Islam dan Bela Negara II di Jakarta pada Jum'at (4/11/16) memiliki kesan ruhani yang sangat mendalam bagi seluruh peserta dan kaum Muslimin di dalam dan luar negeri.
Tarbawia turut hadir dalam aksi tersebut sampai malam. Dan berkali-kali meneteskan air mata haru melihat persatuan kaum Muslimin.

Banyak ulama yang hadir di #AksiDamai411 tersebut. Di antara nama yang paling sering disebut dan dirujuk adalah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab dan Pimpinan Majlis az-Zikra Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham.

Pada Kamis, 10 November 2016 di Masjid az-Zikra Sentul Bogor Jawa Barat, Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham mengisi Kajian Khusus Muslimah. Di dalam kajian itu, dai kelahiran Banjarmasin ini mengungkap karakter asli Habib Rizieq Syihab yang tidak banyak diketahui bahkan terkesan ditutup-tutupi oleh media sekuler.
Publik mempersepsikan Habib Rizieq Syihab sebagai laki-laki yang kasar, keras, kejam, dan galak. Persepsi ini lahir karena ketidakkenalan dan menyimpulkan dari sajian media syiar, cetak, atau online yang berasal dari orang-orang yang tidak sepakat dengan Habib Rizieq.

BACA JUGA :

Jokowi : FPI RESMI AKAN DIBUBARKAN

Ketum Gp Ansor sebut Habieb Rizieq Gurunya Seytan

Semprotan Pedas Habib Rizieq Untuk Ahok


"Ibu-ibu, kapan-kapan, datanglah secara rombongan ke Pesantren beliau (Habib Rizieq Syihab) di Puncak Bogor Jawa Barat," tutur Kiyai Haji Arifin, menyarankan kepada pembaca.

"Berbincanglah dengan beliau. Beliau orangnya lembut banget. Tidak seperti kelihatannya," ujar sang kiyai.

Kiyai Arifin melanjutkan, Habib Rizieq merupakan pribadi yang tegas. Beliau tidak pernah marah saat difitnah keji, dituduh berbuat makar, atau tuduhan-tuduhan keburukan lainnya. Beliau menanggapinya dengan senyum, sebab jalan dakwah itulah yang beliau pilih.

"Tapi ketika Al-Qur'an dinista," lanjut Kiyai Arifin Ilham, "beliau berada di garda terdepan untuk membela Kalam Allah Ta'ala."

Atas vokalnya beliau dalam menyampaikan dakwah itu pula, Habib Rizieq dua kali dimasukkan ke dalam jeruji besi. Bahkan, laki-laki yang disebut pintar, shalih dan cerdas oleh Kiyai Arifin ini menyelesaikan pendidikan doktoralnya bidang Syariat Islam di rumah tahanan.

Di Dalam Sidang , Ahok Sebut Habib Rizieq Pemimpin...


JAKARTA - Terdakwa dugaan penistaan agam Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku tak pernah berpikir panjang saat berpidato. Hal itu terungkap saat dicecar majelis hakim terkait ucapannya mengenai Surat Al Maidah ayat 51 saat berpidato di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.


Ahok mengatakan, ucapannya soal Surat Al Maidah ayat 51 terjadi setelah melihat seorang ibu yang nampak tak semangat saat menghadiri acara dialog budidaya ikan kerapu. Dia langsung teringat seorang ibu yang enggan memilihnya di Bangka Belitung pada 2007 karena takut dianggap murtad.

Ucapan tersebut spontan keluar dari mulut Ahok. Menurut ahok, dia terbiasa berbicara apa yang sedang terlintas dalam benaknya tanpa berpikir panjang lebih dulu.

"Saya tak ada jeda dalam pidato yang saya sampaikan. Saya pidato nggak pernah pakai 'eee.. hmm..', mikir. Di event apa saja, saya langsung bisa pidato," ujar Ahok dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017).

BACA JUGA :

JOKWI : FPI AKAN DIBUBARKAN PAKSA

Tamparan Keras Habib Rizieq Untuk Ahok

Ketum Gp Ansor : Habib Rizieq Gurunya Sytan

Hakim merasa tak puas dengan jawaban Ahok. Hakim terus menggali alasan Ahok menyinggung soal Surat Al Maidah ayat 51. Hakim pun kembali bertanya kepada ahokdengan lebih mendalam apakah pernah ada yang menyampaikan tentang surat Al Maidah ayat 51.

"Karena asumsi saya, mereka sudah tahu. Karena di TV hampir setiap Jumat demo anti saya. Dari 2014, 2015 sampai 2016, Rizieq sudah pimpin menolak gubernur non-muslim," kata dia.Hakim kemudian menanyakan alasan Ahok memakai kata 'Iya, kan?' saat mengutip surat Al Maidah ayat 51 dalam pidatonya. Sebab kalimat itu dianggap menghendaki jawaban positif.

Ahok menjawab, dia ingin memastikan ibu yang terlihat tak semangat tadi. Ahok ingin melihat mimik muka si ibu secara jelas. Apalagi dia dan si ibu duduk lebih dekat.

"Saya lihat apakah gara-gara ini (Al Maidah ayat 51, atau) bukan, makanya saya ingin pastikan apakah ini terkait gubernur palsu, bukan? Saat buka pertanyaan, dia juga diam," ucap Ahok.

Ahok menambahkan, Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo bahkan sempat mengingatkan dirinya bahwa waktunya terlalu lama. Namun Ahok bersikeras untuk tetap memanjangkan waktu agar si ibu yang dimaksud bersuara.

"Tapi diserobot terus orang," kata Ahok.

"Jadi sampai selesai tidak ada konfirmasi?" tanya hakim.

"Sampai foto dengan saya, (ekspresi) dia beda. Kalau bapak perhatikan ibu-ibu yang oke dia rangkul saya oke. Kalau ibu-ibu tadi dia foto, jauh sama saya," ujar Ahok.

Hari Ini !!! Hakim Cecar Ahok soal Hubungan Budidaya Ikan dengan Al Maidah

SIDANG AHOK


Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto mencecar terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, soal hubungan budidaya ikan dan surat Al Maidah ayat 51 dalam pidatonya di Pulau Pramuka, 27 September 2016.

"Maksudnya saudara itu apa, ikan dengan Al Maidah itu apa hubungannya?" tanya Dwiarso di Auditorium Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017).

Ahok menjawab bahwa surat Al Maidah ayat 51 disebut, karena Ahok melihat ibu-ibu yang tak antusias mendengar tawaran kerja sama budidaya ikan.

Melihat ibu itu, Ahok lantas teringat situasi Pilgub Belitung 2007, di mana ada warga tidak menerima program Ahok lantaran ada oknum menggunakan surat Al Maidah 51.

BACA JUGA :

ktum gp ansor : Habib Rizieq Gurunya syetan dan gak jelas

Nasihat Gubernur NTB terkait Kasus Ahok

Dalam Sidang Ahok Sebut Habib Rizieq Pemimpin...

"Saya tebak-tebak, apakah karena uang. Terlintas ini jangan-jangan kayak di Belitung, orang polos, karena dia pikir dalam pilkada, harus bayar budi nih kalau milih program," kata Ahok.

Ahok lantas menegaskan bahwa tak ada hubungan program budidaya ikan dengan pilkada, sehingga warga tetap bisa ikut menikmati program itu meski tidak memilihnya.

Dwiarso kembali mencecar Ahok soal hubungan kunjungan Ahok di Pulau Seribu dengan Al Maidah 51.

"Tadi sudah disampaikan (Ahok), 'tidak pilih saya enggak apa-apa asal program jalan, karena sampai Oktober 2017'. Lah terus hubungannya apa dengan Al Maidah?" tanya Dwiarso.

"Saya yakin sekali, orang nolak saya, selain program dari Bangka Belitung, masalah keyakinan. Baik dengan saya tapi tidak bisa pilih saya," jawab Ahok.


Luarbiasa !!! Nasihat TGB Yang Sangat Bijak Terkait Kasus Ahok


KENAPA KITA TOLAK AHOK ?, SEMOGA NASEHAT SINGKAT GUBURNUR NTB INI MAKIN MENYADARKAN KITA
(M Zainu Majdi Gubernur NTB)
"Saya 8th mengemban amanah sebagai gubernur NTB Saya tahu persis bahwa gubernur punya banyak sekali kewenangan yang bisa menentukan arah sebuah provinsi..
Sehingga saya tahu persis kalau seorang gubernur ingin mewarnai suatu daerah sesuai keyakinan dan prinsipnya, itu sangat mudah

Kalau seorang gubernur non muslim ingin memfasilitasi kegiatan pemurtadan secara halus, gunakan instrumen peraturan yang ada, itu bisa dan sangat mudah terjadi..
Sebagaimana seorang gubernur Muslim yang memiliki visi islami bisa menjalankan visi itu dalam program2 yg senafas dengan ajaran Islam."



"Asatidz yang saya hormati, kita sungguh2 tidak berada di ranah teroris semata bukan sekedar urusan fikih, namun ini menyangkut nasib bangsa kita kedepan..
Umat sudah kehilangn kendali ekonomi, politik  sumber daya alam dikuasai oleh mereka cina nonmuslim



Ruang kebijakan publik dieksekusi oleh para pemimpin mulai dari Presiden hingga Bupati Walikota yang relatif mampu dikuasai umat..
Inilah yang menjadi obsesi mereka kini, bagaimana merebut otoritas politik di Republik ini..
Kasus DKI adalah batu uji..
Si fulan itu sudah ber kali2 menyatakan dia akan menjadi presiden RI..
Ucapan itu bukan asal bunyi Mereka tidak pernah berbasa-basi"
"Ketika sumber daya ekonomi, sda dan otoritas politik mereka kuasai, wassalam lah kita semua" Indonesia akan jadi spt Singapura

YG SANGAT NYATA ADALAH PROGRAM REKLAMASI PULAU2 YG AKAN DIHUNI JUTAAN CINA LALU MEREKA BER KTP DKI AGAR SAMPE KIAMAT NANTI GUBERNUR DKI ADALAH CINA NON MUSLIM INGATLAH SINGAPURA DULU JUGA LEE KWAN YU UNTUK KUASAI SINGAPURA JUGA BERPURA2 JADI MUSLIM KEMANA2 BERKOPIYAH BEGITU JADI PRESIDEN IA SINGKIRKAN PRIBUMI MELAYU MUSLIM DENGAN PENGGUSURAN2 BESAR2AN BAIK SECARA FISIK LOKASI MAUPUN JABATAN2 DI BIROKRASI PEMERINTAH 

TTD 
Tuan Guru Baginda Moh Zainu Majdi // Gubernur NTB

Ketum Gp Ansor sebit Habib Rizieq Gurunya Seytan Dan Gak Jelas


Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Qoumas, menyindir keilmuan yang dimiliki Habib Rizieq karena dianggap tidak jelas gurunya.
Ungkapan itu beredar di media sosial yang sempat diucapkan Yaqut dalam acara PKL khusus dosen di IAIN Tulungagung pada 2 Maret 2017 lalu.

Ketum GP Ansor itu membandingkan guru-guru yang dimiliki kiai pesantren NU karena memiliki sanad yang jelas.

“Orang yang tidak punya guru berarti tidak punya sanad keilmuan yang jelas. Coba sekarang siapa yang tahu gurunya Rizieq Shihab itu siapa? Tidak jelas gurunya. Berarti dia gurunya setan,” ucap Yaqut.
Seperti diketahui GP Ansor belakangan menegaskan tidak mempermasalahkan bagi umat Islam untuk mendukung calon pemimpin meski dari kalangan non muslim.
Dalam konnteks Pilkada DKI hal ini merujuk pada calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

CVIDEONYA DISINI !


Tamparan Hbib Rizieq Untuk Ahok : " Ahok Juga Kerap Menyinggung...


habib rizieq

Jakarta - Habib Rizieq Syihab menyebut bukan sekali saja Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51. Menurut Rizieq, salah satunya saat Ahok menghadiri rapat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Namun Rizieq tak menyebutkan kapan waktunya. Dia hanya menyatakan, dalam rapat tersebut, Ahok sempat membuat lelucon akan membuat Wi-Fi dengan nama 'Al-Maidah' dan password 'kafir'.

"Ada lagi rekaman pernyataan terdakwa dalam rapat Pemprov DKI Jakarta yang lagi heboh sekarang di tengah masyarakat dengan lelucon, yaitu mengusulkan membuat Wi-Fi milik Pemprov DKI bernama 'Al-Maidah' dengan password 'kafir'," kata Rizieq saat bersaksi di auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017).



Menurut Rizieq, sebelum kejadian pidato di Kepulauan Seribu, Ahok juga kerap menyinggung soal Al-Maidah 51. "Sebelum kejadian di Kepulauan Seribu, terdakwa sudah sering nyindir-nyindir Al-Maidah ayat 51," kata Rizieq.

Rizieq mencontohkan, saat diwawancara media pada 30 Maret 2016, Ahok juga sempat menyebut soal Al-Maidah ayat 51. Hal lain adalah saat Ahok berpidato di kantor Partai NasDem.

"Tanggal 21 September, terdakwa ini di kantor DPP NasDem. Itu meminta lawan politiknya agar tidak memakai Surat Al-Maidah ayat 51," tuturnya.

Ahok membenarkan Dalam Video Yang Diputar Jaksa Adalah Dia


 Jaksa Penuntut Umum (JPU)  memutarkan beberapa video terdakwa Basuki Tjahaja Purnama pada pemeriksaan barang bukti hari ini.
Saah satu video yang diputar adalah video editan berisi Ahok sedang memarahi anak buahnya di rapim Balai Kota. Dalam video itu Ahok sempat berbicara soal iman seseorang ditambah latar suara mengaji dan digabung dengan video Ahok di Pulau Seribu.



Usai video itu diputar, Hakim Ketua Dwiarso Budi Santiarto bertanya pada Ahok. "Saya klarifikasi dulu. Itu tadi gambar saudara, pidato saudara?" tanya Dwiarso.
Ahok membenarkan, orang dalam video itu adalah dirinya. Namun Ahok menyebut video itu hanya dicuplik sebagian. Menurutnya, saat itu dia sedang menegur PNS yang berniat korupsi.
"Saya sampaikan itu karena saya lagi marah, program rakyat tidak dilakukan, anggaran dimakan. Ya saya marah. Lalu saya mendorong orang, mari kita dengarkan yang baik. Kalau orang beriman tidak curi uang rakyat, tidak mengharapkan jabatan. Itu saya sampaikan," ucap Ahok dalam persidangan, Selasa (4/3/2017).
Ahok mengatakan ada pemotongan pada video yang diputar tersebut. Menurutnya, dalam video itu dirinya tidak fokus membicarakan iman seseorang.
"Betul yang mulia. Tapi itu dicopot. Sebetulnya saya lagi marahin mereka yang korupsi. Saya bilang yang masih korupsi nggak usah sembayang, nggak usah salat, nggak usah ngaku bersih karena masih curi uang rakyat," kata Ahok.

Dalai : tidak hanya Sri Bintang yang mengajukan gugatan ke pengadilan internasional

Pihak Polri menyarankan tersangka kasus dugaan makar, Sri Bintang Pamungkas mengajukan praperadilan dulu, sebelum mengajukan gugatan ke pengadilan internasional.
"Ada baiknya bahwa pelaporan itu harusnya diuji melalui praperadilan, bukan ke mahkamah internasional," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Martinus Sutompul di kantor Divisi Humas Polri, Senin (3/4/2017).
Martinus mengingatkan, ada sejumlah prosedur yang perlu dilalui soal pengajuan gugatan ke pengadilan internasional. Ia menjelaskan, Indonesia sendiri merupakan negara hukum yang mempunyai mekanisme tersendiri.
"Saya kira itu hak seseorang melakukan itu. Tapi seyogyanya, sebaiknya harus diuji. Karena kita punya mekanisme itu untuk melakukan upaya menguji sebuah perbuatan hukum, konsekuensi hukum, ada ujiannya. Ijinnya di praperadilan," kata dia.Meski begitu, pihaknya mengaku tak khawatir dan mempersilakan Sri Bintang mengajukan gugatan ke pengadilan internasional.

"Kalau melakukan gugatan ke mahkamah internasional itu silakan saja. Silakan saja kami siap menghadapinya," katanya lagi.
Sementara itu, penasihat hukum Sri Bintang, Dahlia Zein saat ditemui di Polda Metro Jaya berkata bahwa pihaknya terus mengumpulkan bukti yang akan dibawa ke Pengadilan Internasional.
Beberapa bukti yang dimaksud diantaranya, bukti surat penangkapan dan surat penangguhan dari polisi kepada kliennya.

"Kalau untuk berkas materi gugatan, sudah masuk cuma lagi kita masukkan baru kemarin kan bulan Maret sih, tapi kan ada bukti-bukti waktu 14 hari, jadi satu minggu kedepan kami berangkat ke Jenewa," tutur Dahlia.
Dahlia mengatakan, tidak hanya Sri Bintang yang mengajukan gugatan ke pengadilan internasional, namun para tersangka kasus dugaan makar lainnya seperti, Rachmawati Soekarnoputri dan Firza Husein akan melakukan hal serupa dengan Sri Bintang.
Lanjutkan membaca ....

TERBARU !!! Ini Alasan Pengacara Putar Video Pidato Ahok di Kepulauan Seribu | liputan CNN

Ahok

 Sidang ke-17 kasus dugaan penodaan agama dibuka dengan memutar penggalan video pidato Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Tim Ahok meminta agar video pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang diunggah oleh Pemerintah Provinsi DKI juga diputar.

Ketua tim pengacara Ahok, Trimoelja D Soerjadi, mengatakan pihaknya akan membandingkan video yang diunggah Buni Yani dalam akun Facebook-nya dengan Pemprov DKI.


"Kalau Anda perhatikan, Pak Basuki pidato 27 September 2016 dan diunggah Pemprov 28 September 2016, sampai 5 Oktober tidak ada apa-apa (masalah). Begitu diunggah video Buni Yani, ada pemotongan kata dan penambahan itulah menjadi viral. Itu yang kita harapkan ditayangkan," kata Trimoelja dalam sidang Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017).

Oleh karena itu, lanjut dia, video-video tersebut sangat penting untuk diputar di persidangan.

"Itu penting karena di dalam tanggapan penuntut umum terhadap terdakwa, dengan tegas menyatakan sebagai akibat unggahan Buni Yani itu timbul istilah eufisme dinamika masyarakat. Maksudnya timbul kegaduhan karena unggahan Buni Yani," ujar Trimoelja.

Ahok kini berstatus sebagai terdakwa kasus dugaan penodaan agama, lantaran ucapannya soal Surat Al Maidah ayat 51 saat berpidato di Kepulauan Seribu tahun lalu. Gubernur nonaktif DKI Jakarta ini didakwa melanggar Pasal 156a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

Todung Mulya Lubis: Upaya Pelemahan KPK Harus Dilawan


 Guru Besar Hukum Pidana di Universitas Sumatera Utara Todung Mulya Lubis menilai, bila Revisi UU KPK dilakukan, akan terjadi kemandulan pada lembaga antikorupsi tersebut. Terlebih bila mengacu pada Indeks Persepsi Korupsi (IPK) tahun ini, Indonesia masih di angka 37 dalam rentang 0-100.

"Kita memang tak mendapat perbaikan, tahun ini IPK kita 37. Ini masih di bawah 50 dan masih banyak kasus megakorupsi terjadi, seperti e-KTP. Jadi, menurut saya tidak pada tempatnya revisi dilakukan," kata Todung saat memberi dukugannya ke Markas KPK, Kungingan, Jakarta Selatan, Senin (3/4/2017).Menurut Todung, contoh kasus e-KTP membuktikan bahwa korupsi merupakan bentuk multisektoral, multifraksi, multipartai. Bila revisi UU KPK terjadi, hal ini akan membuat KPK mengalami krisis. Karena itu, kedatangannya ke KPK dengan merangkul rekan sejawatnya adalah guna memberi masukan moral untuk melawan upaya pelemahan KPK.

"Kita akan beri dukungan moral ke KPK. Semua upaya melemahkan KPK harus dilawan. KPK harus didukung semua masyarakat komit melawan korupsi," tegas dia.

Selain Todung, hadir pula Erry Ryana. Dalam pernyataan sikapnya, mantan pimpinan KPK ini mendesak DPR dan Presiden Jokowi untuk memberi dukungan penuh dengan tetap menjaga independensi KPK.

Selain Todung dan Erry, tokoh pendukung KPK lain turut hadir yakni Dadang Trisasongko, Natalia Soebagjo, HS Dillon, Bambang Harymurti, Betti Alisjahbana, Lelyana Santosa, Tini dan Ismi Hadad, serta Achmad Daniri.

Jangan Utak Atik UU KPK

Ketua KPK Agus Rahardjo menuturkan, usaha untuk melemahkan KPK harus ditolak secara bersama-sama. Salah satu cara untuk memperkuat lembaga antirasuah itu dengan tidak mengutak-atik UU KPK.

"KPK harus diperkuat dan cara untuk memperkuatnya salah satunya adalah tidak mengutik-utik UU KPK. Tapi disempurnakan dan diperkuat UU Tipikor," tutur Agus di Gedung Wantimpres Jakarta Pusat, Senin (3/4/2017).

Apabila UU Tipikor ini diperbaiki, dapat mencakup korupsi di private sector, asset recovery, dan illicit enrichment. Hal ini dapat berpengaruh untuk mencegah korupsi di Indonesia.

"Kita sudah ratifikasi tapi UU implementasinya perlu segera dibuat dan perbaikannya. UU Tipikor yang mencakup korupsi di private sector, asset recovery, illicit enrichment. Ini lebih masih pencegahan dibanding yang lalu," imbuh dia.

Terakhir, dia berharap agar Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) dapat mempercepat akselarasi reformasi birokrasi.

"Kami juga mengusulkan bagaimana kita beroperasi juga harus dilakukan perbaikan supaya memperkuat kesepakatan yang kita lakukan dengan MenPan-RB. Kami harap Wantimpres mempercepat akselarasi reformasi birokrasi," tutur Agus.


Zakir Naik :Tidak Percaya Almaidah , Alquran Tidak Ditujukan Kepada Kamu ( MURTAD )

BANDUNG - Ulama internasional pakar perbandingan agama, Dr Zakir Naik memberikan ceramah pada puluhan ribu peserta yang hadir memadati Gymnasium UPI, Ahad (2/4). Saat sesi dialog seorang peserta yang hadir, bernama Ira Sofia mempertanyakan tentang surat al Maidah 51 yang sering menjadi polemik saat akan memilih seorang pemimpin.

Menjawab pertanyaan tersebut, Zakir Naik mengatakan dalam surat al Maidah 51, semua muslim tak boleh mengambil pemimpin dari kalangan non muslim. Karena, Islam mengajarkan agar semua muslim tak meminta perlindungan pada non-muslim.

"Jangan jadikan non-muslim sebagai pemimpin, kalau ada pilihan lain. Kalau menjadikan non-muslim sebagai pemimpin maka kita tak akan dapat pertolongan Allah," ujar Zakir yang disambut oleh tepukan puluhan ribu peserta yang hadir.

Zakir mengatakan, ALQURAN

merupakan petunjuk untuk orang-orang yang yakin. Jadi, surat al Maidah ini, untuk orang-orang islam. "Saya katakan sekali lagi, muslim tak boleh memilih non muslim, walaupun mungkin pemimpin itu melakukan pembangunan," katanya.

Menurut Zakir, walaupun pemimpin tersebut membangun tempat ibadah untuk muslim, mengentaskan kemiskinan, membangun infrastruktur, tapi tetap saja pemimpin non-muslim itu tidak shalat.

"Dia membuat masjid tapi apa artinya kalau pemimpin itu tak shalat. Allah, mengatakan dalam Al Quran, kesuksesan bukan membangun gedung dan jalan tapi sukses yang sebenarnya adalah iman. Ya, iman percaya pada Allah," katanya.

Dikatakan Zakir, bisa saja orang mengatakan, pemimpin ini membangun gedung, jalan-jalan, dan berbagai fasilitas lainnya. Tapi, kalau mengikuti orang non muslim tak sepaham dengan umat muslim, apa untungnya bagi orang islam. 

"Orang beriman jangan mengambil non muslim sebagai pemimpin. Orang yang melakukan ini, orang yang melakukan kesalahan," kata Zakir seraya mengatakan, kalau diminta memilih orang muslim dan non muslim, bagi umat muslim maka memilih pemimpin yang memiliki keimanan jauh lebih baik. 

Tokoh Tiong Hoa: Jangan Percaya Ahok Itu Korupsi Kelas Kakap

Aksi bela Islam 313 diikuti berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh Tionghoa Lieus Sungkarisma.
Lieus tidak hanya mengikuti aksi tersebut, namun juga memberikan orasi dari atas mobil komando. Dalam orasinya, ia meminta agar Polri berani menangkap terdakwa penista agama Islam Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Apa sebenarnya yang ditakuti Polri dan pemerintah sama orang ini (Ahok)? Saya ini bukan Islam, tapi sejak awal saya ikut Aksi Bela Islam. Karena saya merasakan sakit hatinya umat Islam di Indonesia gara mulut Ahok yang jorok!," tegas Lieus di sambut teriakan takbir massa aksi di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (31/3/2017).
Selain kasus penistaan agama, Lieus mengutarakan bahwa Ahok juga seorang koruptor kelas kakap.

"Saudara-saudara jangan mau ditipu, Ahok ini koruptor kelas kakap. Lahan milik Pemda DKI (di Cengkareng) dibeli Pemda sendiri.‎ Nilainya 600 Miliar lebih! Orang bersih dari mana model begini?," cetus Lieus.
Mendengar pernyataan tersebut, suara massa pun menggema di sekitar kawasan Patung kuda.

"Ahok maling, Ahok maling, Ahok maling," teriak massa aksi bersahut-sahutan.
Teriakan massa semakin menjadi-jadi saat Lius terbawa suasana dan ikut berteriak yel-yel yang spontan itu.


Diketahui, publik Ibu Kota sempat dibuat bertanya-tanya dengan kasus pembelian lahan lokasi pembangunan Rusun Cengkareng Barat, Jakarta Barat.

Pemerintah DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Ahok memang gencar membeli lahan. Tanah yang dibeli salah satunya milik Toeti Noezlar Soekarno di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, seluas 4,6 hektare itu dengan nilai transaksi ‎Rp 648 Miliar. 

Habib Novel : Gubernur Kafir (Ahok ) Kebal Hukum

Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Novel Chaidir Hasan Bamukmin menyesalkan sikap pemerintah yang hingga saat ini belum juga memenjarakan terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Padahal, Habib Novel mengaku, sudah berulang kali pihaknya melaporkan ahok,namun lagi-lagi Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu seakan-akan kebal hukum.
"Saya selaku pelopor pertama yang melaporkan gubernur kafir penghina agama. Saya dan ACTA yang sudah 15 kali melaporkan gubernur kafir, tapi saya mau tanya kira-kira dipenjara atau tidak? Tidak pernah dipenjara," kata Habib Novel saat berorasi di Aksi 313, di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (31/3/2017).
Karenanya, tokoh Front Pembela Islam (FPI) ini menuding pemerintah tidak berlaku adil dalam menangani kasus penistaan agama ini.
"Ini gubernur kafir, gubernur zalim, bermulut comberan, koruptor, sampai saat ini masih lewat, saudaraku. Kalau gitu pemimpin kita adil atau tidak? Pemerintah kita adil atau tidak?," tanya Habib Novel kepada massa Aksi 313, yang dijawab, "Tidak!"
Oleh sebab itu, Habib Novel mengajak seluruh peserta Aksi 313 untuk terus berjuang sampai ahok dipenjarakan dan dicopot dari jabatannya sebagai gubernur.
"Kita berjuang lagi secara jalur hukum, jihat konstitusi. Kita berjuang agar gubernur penista agama, gubernur kafir segera dipenjarakan. Kita bersatu, ayo tegakan keadilan. Siap tegakan keadilan? ('siap' jawab massa) Takbir!," tegas Habib Novel.

2014 © Movieism
Designed By Templateism | Templatelib